Follow by Email

Tuesday, August 23, 2011

Zikrullah @ Ingat Allah

Sebagai hamba yang lemah, kita hendaklah selalu berzikir kepada Allah. Zikir maknanya ingat. Ada beberapa cara kita berzikir atau ingat kepada Allah yang perlu kita lakukan terus menerus tanpa lupa atau lalai. Tanda dekat kita dengan Allah adalah dengan selalu zikir kepada-Nya dan tanda jauh kita dengan Allah adalah lupa berzikir kepada-Nya. Terdapat beberapa cara kita berzikir kepada Allah....baca seterusnya dengan hati yang bersih.


1.  Zikir anggota badan dan panca indera
Adalah mempergunakan anggota badan dan panca indera untuk ketaatan beribadah semata-mata kepada Allah, untuk memperbanyak amar makruf dan menjauhi hal-hal yang munkar. Ini sudah tercermin di dalam makna hakikinya bersuci dan sholat.

2.  Zikir lisan
Adalah dengan cara membaca Al Qur’an, takbir, tahlil, tahmid, istigfar , do’a, wirid dsb. dengan suara yang dapat didengar oleh telinga.
3.  Dzikir qolbi
Adalah menghadirkan hati dengan penuh keyakinan akan keberadaan Zat, Sifat, Asma dan Af’al Allah.Zat yang maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui dan maha kuasa atas segalanya. Zikir qolbi dilakukan dalam hati tanpa bersuara. Semua panca indera dan seluruh tubuh ditutup (dimatikan). Dunia ibarat kosong (tidak nampak lagi). Dalam hal ini, Ruhani yang berkomunikasi dengan Allah. Sejak semula memang hanya Ruhani yang dapat berkomunikasi dengan Allah. Ruhani berasal dari Nur Muhammad.
Untuk mengenal Tuhan harus melalui Tuhan. Berarti bila kita hendak berkomunikasi dengan Tuhan harus melalui bahasa Ruhani, berarti jasad /jasmaninya harus diam, hening, harus merasai  mati sebelum mati. Ruhaninya yang menjerit mengumandangkan Asma Dzat. Jeritan Ruhani akan menembus tujuh petala langit, mencapai Arasy.
DAN SEBUTLAH NAMA TUHANMU DALAM HATIMU DENGAN MERENDAHKAN DIRI DAN RASA TAKUT, DAN DENGAN TIDAK MENGERASKAN SUARA…( AL A’RAF 7 : 205 )

4.  Dzikir Haqq
Adalah dzikir di dalam sir, sudah dalam keadaan fana, AKU YANG BICARA, suatu tingkatan dzikir yang paling tinggi, dzikir gerak rasa dari suara hati atau qolbu .. HU .. HU.. atau dzikir apapun sesuai dengan suara hati.

Dengan cara dzikrullah berarti kita sudah mulai melatih diri untuk melakukan shalat yang kekal, dimana kiblat yang terdekat adalah menghadapkan diri kepada diri kita sendiri.
Pengertian Dzikrullah yang lebih luas adalah tidak hanya sekedar duduk tafakur sambil mengucapkan Asma Allah semata, akan tetapi mengingat Allah secara berkesinambungan, secara istiqomah, setiap gerak-gerik kita, tingkah laku kita sentiasa ingat kepada Allah yang mengawasi dan menyaksikan gerak-gerik perbuatan kita. Dengan demikian perilaku dan nafsu kita akan menjadi terkawal.
Bila dalam setiap perilaku kita sentiasa disertai ingat kepada Allah semata, benar-benar Lillahi Ta’ala, benar-benar ikhlas kepada Allah maka itulah yang sebenar-benarnya ibadah yang akan membawa keselamatan dunia akhirat bagi yang melaksanakannya. Hatinya bersih kerana terisi Asma Allah, tidak terisi angan-angan kotor, tidak memper-Tuhan-kan hawa nafsunya yang merupakan dosa syirik tersembunyi.
Oleh karena itu pengertian bersuci, solat dan zikrullah adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak boleh dipisah-pisahkan antara satu sama lain. Ketiga-tiganya harus dilaksanakan serentak, direalisasikan dan diterapkan makna haqiqinya di dalam kehidupan sehari-hari agar ibadah kita menjadi sempurna.
Komentar:
Hendaklah seboleh-bolehnya berzikir serentak melalui lidah, anggota dan hati. Muga kita semua diberi petunjuk dan dibimbing untuk sentiasa berzikir kepada-Nya.

No comments:

Post a Comment