Follow by Email

Friday, December 30, 2011

Memperkemas Niat dan Kaedah Perubatan

Asssalamu’alaikum wwt.
Para pembaca yang dihormati,
Walaupun sebelum ini saya ada menyuarakan hasrat untuk berhenti daripada menulis di dalam blog ini, namun rupa-rupanya tidak boleh. Perasaan ingin menulis itu tetap ada dan sentiasa ingin berkongsi info yang boleh memberi manfaat kepada semua...

Mengadap guru untuk menimba ilmu

Tulisan kali ini berkisar tentang kembara saya menuntut ilmu perubatan Islam. Walaupun saya telah mengambil ilmu daripada Tuan Guru Dr. Haron Din (Darus Syifa’) dan Ustaz Wan Asrul (TIAF), namun apa salahnya saya menambah ilmu daripada guru yang lain pula asalkan kaedahnya tidak bercanggah dengan Islam. Saya ingin memperbaiki teknik pengubatan  supaya ringkas dan tidak melibatkan pembacaan yang panjang. Oleh itu teknik membetulkan niat dan penyerahan yang mutlak kepada Allah sangat dianjurkan ketika sesi sebelum, semasa dan selepas merawat. Ingat...Allah yang mendatangkan penyakit dan Dia juga yang menyembuhkan penyakit. Jadi serahkan segala-galanya hanya kepada Allah SWT, dan ingatlah kita ini sekadar berikhtiar sahaja.

Peluang belajar
Guru saya yang seterusnya ialah seorang tua yang menetap di Pekan, Pahang. Cukuplah saya memanggilnya sebagai ‘Lebai’ sahaja. Rezeki saya menjadi muridnya bermula pada penghujung tahun ini (Disember 2011). Saya bertemu dengannya semasa menghantar bapa angkat saya berubat dengannya.. saya perhatikan kaedah pengubatannya sangat mudah tetapi berkesan dan terus dapat menerangkan punca sebenar penyakit melalui ilham. Saya juga meminta di rawat olehnya untuk merasa sendiri ‘aura’ penyembuhannya.  Lantas sahaja sebelum beredar dari rumahnya, saya menyatakan hasrat untuk berguru dengannya. Nampaknya Lebai tidak keberatan untuk mengajar saya dan meminta saya datang semula ke rumahnya di lain masa sambil  memberi peringatan akan tugas sebagai perawat  yang selari dengan tauhid dan akidah islam.

Mula diterima belajar
Dengan izin Allah saya telah berkunjung ke rumahnya pada hari Rabu, 21/12/2011. Pertemuan kali ini dipenuhi dengan tazkirah tentang adab sebagai perawat dan petua. Saya diminta datang lagi untuk diajar tentang penggunaan bahan herba dan daun -daun ubat.  Untuk itu saya datang semula ke rumahnya tiga hari selepas itu. Alhamdulillah.. saya diamanahkan pula olehnya untuk mempraktikan amalan perubatan ini tetapi ada ‘dugaannya’. Dugaan apa yang menanti terpulanglah dan bersedialah menghadapinya. Wah, suspens juga mendengarnya!. Ah biarlah.. ‘alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan’ dan ‘alang-alang mandi biar basah’, bisik hati kecil saya.

Dugaan menimpa
Dugaan yang diperkatakan oleh Lebai itu terus menguji saya pada malam itu juga. Alhamdulillah dengan izin Allah, saya berjaya mengatasinya dengan berkat guru. Tidak perlulah saya menceritakan dugaan tersebut, nanti riak pula. Biarlah antara saya dan guru (dan sudah pastinya Tuhan lebih mengetahui) yang tahu dugaan tersebut.
Sekian, untuk coretan pengalaman kali ini. InsyaAllah, jumpa lagi.

Wednesday, December 28, 2011

Tip Pengubatan Penyakit Misteri

Assalamu’alaikum wwt.
(Terlebih dahulu saya meminta maaf kepada penulis asal artikel ini kerana telah menyunting dan memaparkan artikel ini dalam blog saya. Sebenarnya saya pun telah lupa nama laman webnya kerana telah ‘copy & paste’ artikelnya tanpa memasukkan nama penulis asalnya. Namun, saya sangat berharap agar penulis asalnya (dari Indonesia) dapat berlapang dada dan memaafkan saya kerana ‘copy & paste tulisanya tanpa izin. Pada saya, benda yang baik eloklah dipanjang-panjangkan untuk manfaat semua dan mudah-mudahan diberkati Allah.)
Ikutilah artikel asal penulis tersebut  berkenaan tip pengubatan penyakit misteri...

Untuk mengubati penyakit akibat sihir atau guna guna, pernah saya tulis beberapa waktu yang lalu…saya tulis lagi untuk memperjelas atau bagi pembaca yang sulit mencari artikel tersebut….
Dalam surat Al Falaq dijelaskan bahwa kita harus berlindung kepada Allah dari kekuatan sihir para penyihir yang meniupkan sihir pada simpulan-simpulannya….
Jadi kekuatan black magic/sihir untuk mengirim guna guna/santet memang disebut dalam Al Qur’an, berarti kekuatan sihir/black magic itu memang ada menurut Islam….
Ubat yang paling mujarab untuk menangkal dan mengubati sihir/guna guna/santet, tentu ada juga didalam Al Qur’an, karena Al Qur’an itu sumber seluruh petunjuk dan aturan seluruh kehidupan manusia/umat Islam….
Yang sudah dikenal oleh para pengobat spiritual Islam, yang digunakan adalah Surat Al Fatihah, Ayat Qursi, Surat Al Ikhlas ,Surat Al Falaq, dan Surat Annas.
Tapi nampaknya belum banyak yang yakin seratus persen bahwa Surat dan ayat tersebut memiliki kekuatan yang sangat dahsyat sehingga lebih banyak orang yang berangkat kedukun karena merasa terkena santet/guna guna….
Celaknya para dukun penyembuh penyakit santet ini sering menggunakan metoda dan sarana yang tidak Islami…justru menggunakan enerji rokh atau jin …yang tentunya menurut Islam adalah haram…
Pengobatan santet menggunakan enerji jin/rokh ini akan mengakibatkan dampak negatif, karena sama saja dengan orang muslim yang kelaparan lalu makan daging babi…memang betul laparnya hilang, tapi dosa haramnya tetap harus dipertanggung jawabkan nanti…
Saya tulis artikel ini untuk meyakinkan para orang awam didunia mistik dan spiritual bahwa sebenar benarnya fakta nyata bahwa kelima Surat dan Ayat Suci Al Qur’an tersebut memiliki kekuatan/enerji gaib yang dahsyat kalau kita meyakininya seratus persen….saya telah mempraktekannya puluhan tahun, Alhamdulilah tidak pernah gagal mengusir dan mengobati yang terkena santet…
Sekarang bagaimana agar kita bisa mengakses enerji gaib dari Surat dan Ayat suci tersebut, karena menurut beberapa pembaca yang pernah mencoba mengobati kesurupan dengan Surat/ayat tersebut tapi gagal…Kuncinya adalah kita harus bisa pasrah betul kepada Allah pada saat membacakan Surat dan ayat tersebut…hanya Allah yang tahu tingkat ketulusan dan keikhlasan sipembaca Surat dan Ayat tersebut…Karena ternyata ada pembaca yang mempraktekannya ternyata berhasil, padahal merasa dirinya bukan seorang yang suci atau ustadz…
Kegagalan mengakses enerji ghaib surat dan ayat tersebut biasanya karena :
1. Masih ragu ragu/kurang yakin..
2. Merasa dirinya sudah bersih, suci dan hebat..ustadz lagi..
3. Ada perasaan ria yang tersembunyi, ingin pamer..
4. Kurang tulus dan ikhlas, ada pamrih tersembunyi..
5. Kurang berhasil menekan ego dirinya sampai titik nadir, masih ada rasa ujub takaburnya…
Kelima perasaan dan fikiran yang tersembunyi tersebut akan terlihat oleh Allah, walau disembunyikan…makanya Allah tidak mengizinkan enerji IllahiNya diakses oleh ybs…
Jadi yang harus dilatih dan ditumbuh kembangkan adalah:
1. Yakini “La haula wala quwata ila bilahil aliyil adzim”..maknanya adalah “We are nothing without support of God”..
2. Yakini: “Inamaa amruhu idza aradaa syaan anya kulalahu kun faya kun”( Surat Yassin
ayat 82), artinya: Bilamana Allah menghendaki sesuatau terjadi, maka terjadilah…
 3. Yakini isi surat Alfatihah, Annas, Falaq, Al Ikhlas dan Ayat Qursi secara mendalam betul..
4. Berserah diri 100% kepada Allah, walau resiko maut yang harus dihadapi dalam pengobatan…(ini yang paling sulit, berani berkorban nyawa untuk mengobati orang lain..)
 Kalau keempat hal tersebut diatas sudah dicapai, insya Allah anda bisa menjadi pengobat penyakit santet..
Kalau dalam pengobatan spiritual dilengkapi media air, garam dan sirih temu urat, itu hanya tambahan sugesti, bukan hal utama…enerji Tuhan lebih dahsyat dari enerji air, garam dan sirih temu urat…hanya sugesti bagi yang diobati dan media penyaluran enerji Illahi yang terkandung dalam semua ayat suci tersebut..

Tuesday, December 20, 2011

CARA MENGHADAPI SIHIR


Perawat sedang meruqyah pesakit

Orang-orang yang beriman dengan Allah mempunyai banyak kelebihan di dalam menghadapi sihir. Pertamanya mereka mempunyai tempat pergantungan dan tempat berlindung yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa iaitu Allah “Azza Wajalla. Imam Ibnu Qaiyim telah berkata, “Ubat yang paling bermanfaat untuk penyakit sihir ialah Al Adahihiyah Al Ailahiyah (penawar Ketuhanan) iaitu dengan banyak berzikir, membaca Al-Quran dan berdoa.

Seseorang yang beriman itu menganggap bahawa sihir yang menimpanya sebagai satu ujian dari Allah. Sekiranya ia melalui ujian ini dengan cara yang betul sepertimana yang dikehendaki oleh Allah maka Insya Allah bertambahlah imannya. Kaifiat penghadang sihir ini seperti yang diamalkan oleh Rasulullah s.a.w. telahpun dijelaskan di dalam tajuk Tibb Nabawi.

Orang-orang yang beriman hendaklah
meyakini bahawa kuasa Allah s.w.t. mengatasi segala-galanya baik yang ada di langit mahupun yang ada di bumi dan bahawa interaksi dengan Ayat-Ayat Allah (Al-Quran) itu sebesar-besar penawar; oleh itu mereka tidak perlu berubat dengan cara-cara yang memudaratkan aqidah seseorang seperti dengan berlindung dengan jin dan syaitan melalui perantaraan bomoh atau dukun dan jin-jin yang tidak beramal dengan petunjuk Allah s.w.t.
Imam As Syafie mengharuskan penggunaan jin (Jin Islam) di dalam perkara melawan sihir sahaja. Manakala Imam Hanafi, Hambali dan Maliki tidak mengharuskannya sama sekali. Oleh yang demikian kita dapati di Nusantara Melayu yang rata-rata bermazhab Syafie ramai sekali kedapatan amalan ini. Akan tetapi perlu diingatkan seperti yang dijelaskan dalam tulisan saya yang lalu, bahawa terdapat banyak bahaya terutama  bagi mereka yang jahil apabila meminta pertolongan dengan jin seperti pandangan Syeikhul Islam Ibnu Taymiyah.

Mengenalpasti Secara Mudah dan Pantas
Kebanyakkan pesakit tertanya-tanya samada benarkah mereka menghadapi gangguan jin atau sihir. Justeru itu, tokoh-tokoh perawat Islam menyarankan adalah lebih baik pesakit mendapat pandangan doktor terlebih dahulu untuk memastikan penyakit mereka disebabkan masalah organ dalaman. Seterusnya sekiranya doktor tidak dapat memastikan punca sebenar penyakit, barulah pesakit mendapatkan rawatan dari perawat Islam.

Bagaimanapun pemeriksaan dan analisa oleh pihak doktor dengan cara makmal (ujian darah, scan MRI, scan CT, X-Ray)
mengambil masa, dan adakala perlu untuk pesakit mengenalpasti dengan cepat terutama untuk kes seperti penyakit kanser yang agresif. Selain itu, keluarga pesakit takut mendapat malu sekiranya diketahui jiran-jiran bahawa ahli keluarga ditimpa gangguan jin/sihir.

Disini, saya sarankan cara mudah yang dapat dilakukan sendiri oleh pesakit sendiri atau dibantu oleh ahli keluarga pesakit. Pesakit tidak lagi perlu untuk ”menengok” dengan bomoh-bomoh, ataupun di”scan-scan” oleh ”ustaz-ustaz” yang sebenarnya adalah amalan telek. Dosa mendatangi tukang telek mengakibatkan pesakit kehilangan amalan selama 40 hari, manakala hukum mempercayai tukang telek adalah pesakit terkeluar dari agama Islam.
Cara untuk scan diri sama ada jin berada dalam badan kita atau tidak adalah dengan menggunakan ayat-ayat Al-Ruqyah Al-Syar-‘iyyah iaitu jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengubati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan sebagainya. Dengan hanya menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang bersumber dari hadiths-hadiths Rasulullah SAW yang dapat difahami maknanya selama tidak mengandungi unsur kesyirikan.
Rasulullah SAW bersabda, "Setiap penyakit ada ubat penawarnya dan apabila suatu ubat itu sesuai dengan jenis penyakitnya, maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah." ( HR. Muslim .
Para ulama sepakat membolehkan Ruqyah dengan tiga syarat ;
1. Dengan mempergunakan firman Allah ( ayat-ayat Al-Quran ) atau nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
2. Mempergunakan Bahasa Arab atau bahasa yang dapat difahami maknanya.
3. Berkeyakinan bahwa zat Ruqyah tidak berpengaruh apa-apa kecuali atas izin Allah SWT.

Sekurang-kurangnya amalkan set ruqyah asas berikut iaitu:
- Surah AlFatehah
- Ayatul Qursi
- Surah Al Ikhlas
- Surah Al Falak
- Surah An-Nas
- ......Dan tambahan doa / ayat-ayat lain yang diperoleh daripada guru (bukan berguru pada buku).

Antara anda-tanda diri anda dihuni Jin ialah
- Denyutan jantung makin kencang
- Badan begegar
- Ada benda bergerak-gerak bawah kulit
- Mengantuk/menguap
- Batuk
- Gelisah
- panas di tengkuk

Sekian untuk perkongsian kali ini.. mudah-mudahan bermanfaat kepada semua.

Sunday, December 18, 2011

Pelbagai Jenis sihir dan tanda-tandanya

Terdapat pelbagai jenis sihir mengikut jenis-jenisnya bagi memenuhi nafsu manusia. Sihir merupakan suatu usaha yang berbentuk pemaksaan secara halus terhadap tujuan pelaksanaanya. Sihir bukan sahaja berlaku ke atas seorang yang teraniaya bahkan mungkin melibatkan ahli keluarga atau orang yang rapat dengannya. Begitu juga halnya, di mana sihir turut diperlakukan ke atas tempat kediaman atau premis-premis perniagaan seperti kedai makan. Tanda-tanda seseorang itu mengalami kesan sihir bergantung kepada jenis sihir yang dikenakan oleh tukang sihir. Berikut dipaparkan beberapa jenis sihir dan tanda-tandanya.

Sihir Pengasih
Tanda-tanda : Terjadi perubahan sikap yang drastik. Contohnya daripada tidak suka menjadi suka secara tiba-tiba. Begitu juga timbul perasaan sayang, cinta dan rindu yang tidak tertahan-tahan sehingga mengganggu emosi. Lebih parah lagi sihir keinginan seksual yang meluap-luap seolah-olah tidak dapat dikawal sehingga sanggup berbuat apa sahaja demi orang yang dicintai walaupun perkara tersebut bertentangan dengan adat dan syarak.

Sihir Pembenci
Tanda-tanda : Timbul rasa benci dan menyampah tanpa sebab yang jelas dan tidak semena-mena. Kalau dahulu kasih kini berubah menjadi benci teramat sangat. Contohnya, seorang lelaki dan wanita yang hampir diijabkabulkan tetapi salah seorang membatalkan perkahwinan tanpa sebab yang munasabah. Ini banyak berlaku dalam masyarakat kita.

Sihir Pemisah
Tanda-tanda: Hampir sama simptonnya dengan sihir pembenci. Biasanya ini berlaku dalam ikatan suami isteri yang hidup harmoni pada awalnya tetapi berubah dengan tiba-tiba menjadi benci. Suami atau isteri akan berasa benci setiap perbuatan yang dilakukan walaupun ianya baik.  Kadang-kadang pada pandangan mata salah seorang pasangan suami isteri itu wajah salah seorang itu menjadi buruk dan berserabut malah menakutkan. Contoh lain ialah isteri benci kepada suaminya apabila berada di rumah. Sekiranya isteri melihat suami di luar rumah seperti biasa tetapi ketika masuk ke dalam rumah, dia menjadi teramat benci.

Sihir Penunduk
Tanda-tanda : Hampir sama dengan sihir pengasih. Tujuannya agar orang yang dishir sentiasa tunduk dan tidak berani bersuara serta sentiasa mematuhi arahan orang yang menyihirnya. Tentu kita pernah mendengar istilah ‘nasi tangas’ dan ‘nasi kangkang’..inilah yang dilakukan oleh si isteri untuk menundukkan suaminya. Suami akan menjadi bodoh lalu menurut telunjuk isterinya. Kadang-kala sihir ini mengakibatkan suami membenci ibu atau bapa mentua dan adik ipar.

Sihir Penguat
Tanda-tanda: Timbul kekuatan yang luar biasa kepada pengamalnya. Apabila dipukul tidak sakit (ilmu penimbul), dan apabila memukul orang sangat kuat pukulannya bahkan boleh patah (ilmu perapuh), kalis senjata tajam (ilmu kebal), mempunyai kekuatan seks yang luar biasa dan sebagainya. Untuk mendapatkan sihir ini ialah melalui amalan jampi mentera dan memakai susuk. Biasanya pengamal silat banyak menggunakan kaedah ini.

Sihir Pengunci atau Pengikat
Tanda-tanda:  Nafsu terkunci terhadap pasangan suami isteri. Contohnya, seorang suami tidak boleh mendatangi isterinya kerana merasa nafsunya diikat dan dikunci. Akhirnya, si isteri menderita dan menyebabkan berlakunya penceraian. Kesan sihir ini akan menyerang otak lelaki tatkala dia cuba menyetubuhi isterinya khususnya pada tempat menerima rangangan seks yang berfungsi menghantar isyarat kepada anggota sulit dan mengakibatkan berlaku ketidaktegangan alat sulit. Sihir ini juga menyebabkan isteri tidak sanggup disetubuhi, tidak menikmati persetubuhan, mengalami pendarahan, merasakan seolah-olah terdapat penghalang pada alat sulit dan suami mendapati isteri seolah-olah sudah tiada dara.

Sihir Guna-guna (sihir percintaan)
Tanda-tanda: Sihir ini sering dikaitkan dengan minyak guna-guna seperti ‘minyak dagu’ dan ‘minyak senyonyong’. Apabila terkena ilmu ini akan timbul perasaan gelora cinta yang membuak-buak atau keterlaluan.  Seseorang yang dikenakan dengan sihir ini memiliki keinginan berlebihan untuk melakukan hubungan seks dan patuh serta taat yang membuta-tuli. Nasihat orang lain tidak dihiraukan.

Sihir Membuat Penyakait
Tanda-tanda: sebahagian tanda-tanda sihir ini sama dengan tanda-tanda penyakit medik (moden) tetapi ianya dapat dibezakan dengan pembacaan ruqyah kepada pesakit. pesakit ini selalunya disahkan tiada penyakit oleh doktor perubatan walaupun beliau mengadu sakit. Pesakit akan merasa pening, gementar atau berlaku perubahan pada tubunya waktu dibacakan ruqyah. Kesan sihir ini akan menyebabkan sakit pada salah satu anggota tubuh, tidak berfungsi salah satu pancaindera atau saraf tersumbat. Bahkan yang lebih parah mengakibatkan lumpuh keseluruhan atau salah satu anggota badan.

Sihir Membuat Orang Jadi Gila
Tanda-tanda: orang yang terkena sihir ini akan menjadi bingung, bodoh dan pelupa. Tutur kata yang dilafazkan merapu dan tidak difahami. Situasi kehidupan tidak tenang pada satu-satu tempat, sentiasa resah, bergerak ke sana-sini dan tidak boleh diam setempat. Dalam pengertian lain, sihir ini membawa kesan kepada pemikiran yang waras kepada tidak siuman, kehidupan tidak tentu arah dan tida tujuan hidup.

Saya rasa cukuplah sekadar ini contoh-contoh sihir dan tanda-tandanya buat pengetahuan kita. Sesungguhnya terdapat seribu satu macam sihir yang berlegar dalam kehidupan kita. Walaupun kita tidak bermusuh dengan orang, namun apabila dengki dan sakit hati menguasai hati, tidak mustahil kita akan menjadi mangsa. Sedangkan Nabi kita Muhammad saw juga pernah terkena sihir, inikan pula kita umatnya yang lemah ini. Ada hikmahnya nabi terkena sihir iaitu agar kita sentiasa berhati-hati dan membuat persediaan penawarnya jika terkena. Janganlah berkunjung kepada bomoh, dukun atau pawang yang bersekongkol dengan jin dan syaitan.  Mintalah pertolongan dan perlindungan hanya kepada Allah yang Maha Esa..

Tuesday, December 13, 2011

Ilmu Sihir : Kesan terhadap Pengamalnya

Saudara Pembaca yang dihormati,


Gambaran hidup terseksa, terlantar sakit

Alangkah ruginya bagi pengamal sihir yang hanya dapat kepuasan dan kesenangan dunia yang hanya sementara ini berbanding dengan azab yang bakal diterima di akhirat nanti. Meminta pertolongan daripada jin atau syaitan hanya menambahkan kesesatan  dan syirik kepada Allah yang bakal mengundang padah baik di dunia mahupun di akhirat.  Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.

Sekiranya Pengamal Ilmu Sihir itu tidak mematuhi upacara atau melanggar perjanjian dengan Jin maka segala hajat si pengamal itu tidak akan ditunaikan, malah si waris atau keluarganya akan mendapat kesusahan dan bencana, samada semasa masih hidup, pada saat-saat kematiannya dan setelah kematian. Contohnya seperti :-

Semasa Masih Hidup
Sewaktu masih hidup, walaupun pada zahirnya harta melimpah ruah tetapi kehidupanya tidak berkat. Ada sahaja musibah yang menimpa seperti berikut;
  1. Hidupnya sentiasa bermasalah
  2. Berniaga tidak menjadi, buatlah kerja apapun tidak akan berjaya, seolah-olah ada sahaja yang menghalang
  3. Banyak halangan dalam pekerjaan yang diceburi.
  4. Sering sakit yang pelik-pelik yang tidak dapat di kesan oleh doktor seperti histeria, gila isim, panas baran, dapat anak yang cacat dan huduh rupanya, selalu tidak sedarkan diri, sakit kepala bila tiba waktu pagi, waktu matahari jatuh, keluarga selalu berkelahi, di ganggu mimpi ngeri dan menakutkan dan sebagainya.
  5. Hilang anak dalam kandungan hasil tumpangan Jin semasa melakukan persetubuhan dan sebagainya.
Pada Saat-saat Kematian

Saat kematian orang yang bersahabat dengan Jin biasanya amat menyulitkan kerana kesukaran untuk melepaskan diri daripada khadam Jin yang telah sekian lama menjadi teman karibnya. Antara syarat-syarat untuk kematian atau memudahkan kematiannya iaitu bagi membolehkan Jin khadamnya keluar ialah :-
  1. Perlu membuka perabung rumah
  2. Mesti mencungkil lantai rumah
  3. Menyapu sedikit tanah ke muka pesakit
  4. Membubuh ranting kering di atas dada si sakit
  5. Membuat kuih tujuh jenis dan di panahkan ke bukit
  6. Memecahkan dinding rumah si sakit
  7. Meletakkan si sakit di rumah kosong.


Kematian
Kadang-kadang berlaku juga kejadian yang aneh-aneh ke atas si sakit yang bersahabat dengan Jin ini sewaktu kematiannya. Antara kejadian-kejadian tersebut adalah seperti ;-
  1. Mati sudah dua atau tiga hari tetapi masih kelihatan hidup dan sangat kuat makan, bila sudah mati mayat itu telah berbau busuk dan reput.
  2. Mayat ditumbuhi bulu yang banyak
  3. Mayat di bawa lari oleh puak-puak Jin
  4. Mata dan mulut mayat kelihatan ternganga dan kelihatan ngeri
  5. Selepas kematiannya kadang kala didapati diri si mati itu ( sebenarnya Jin peliharaannya ) balik semula kerumah dan ada yang tidur serta bersetubuh dengan isterinya. ( pada sangkaan si isteri, bahawa suaminya itu hidup semula atau bekas suaminya itu keramat atau wali )
  6. Sesetengah mayat pula selepas kematiannya hilang di bawa lari oleh Jin peliharaannya ke dalam hutan untuk santapan puak-puak Mereka.

Pantang Larang  pengamal ilmu sihir

Pewaris keturunan ini atau penerima amalan ini tidak boleh melanggar pantang larang yang telah ditetapkan, kerana akibat yang buruk akan terjadi ke atas dirinya atau ke atas keluarganya. Antara pantang larang tersebut ialah :-
  1. Tidak boleh pakai kain masuk melalui kepala
  2. Tidak boleh lalu di bawah penyidai kain
  3. Tidak boleh menziarahi jenazah
  4. Tidak boleh makan atau minum di kedai orang kafir
  5. Tidak boleh meninggalkan bacaan serampah atau jampi
  6. Tidak boleh sembahyang di masjid atau berjemaah
  7. Tidak boleh masuk ke rumah dengan kaki kanan

  8. Tidak boleh memakan benda-benda bernyawa dan sebagainya.
Fikir-fikirkanlah wahai saudara pembaca, bukankah susah hidup seperti ini? Sudahlah di dunia lagi hidup susah, apatah lagi di akhirat nanti. Janganlah kita terlibat dengan ilmu sihir walau atas nama apa  dan tujuan apa sekalipun....

Monday, December 12, 2011

Cara untuk menjadi Ahli Sihir



Saka harimau

Dalam artikel yang lalu, saya telah menyentuh bab imu sihr bermula dari Sihir menurut Islam, hukum belajar dan mengajar sihir dan amalan sihir dalam masyarakar Melayu. Tujuan saya memaparkan isu berkaitan ilmu sihir ini adalah bagi membuka minda dan kesedaran kita akan bahayanya ilmu sihir dalam kehidupan seharian kita. Kita seboleh-bolehnya tidak mahu terjebak langsung dengan amalan ilmu sihir ini apatah lagi terkena ilmu sihir.

Tulisan kali ini adalah berkaitan dengan cara-cara mendapatkan ilmu shir. Pemaparan tulisan ini bukan mengajak kita mendapatkan ilmu sihir, tetapi sekadar ingin tahu bagaimana praktik ilmu sihir ini diperoleh lalu berusaha agar tidak terjebak..
Untuk menjadi Tukang atau Ahli Sihir atau lebih dikenali sebagai Tok Bomoh oleh Masyarakat Melayu, adalah melalui berbagai cara dan jalannya seperti berikut:
  1. Melalui warisan, iaitu turun-temurun dari nenek moyangnya atau saka-baka, di mana ilmu ini telah dipelajari oleh datuk-nenek atau keturunannya terlebih dahulu atau pernah atau telah menjadi Ahli Sihir ( Tok Bomoh ). Lalu setelah mereka meninggal dunia, dengan secara tidak langsung ilmu itu akan mengalir terus ke dalam badan anak-cucu mereka pula.
  2. Mereka telah didatangi oleh Jin-Jin yang menyerupai rupa datuk-neneknya dalam mimpi dan memberitahunya supaya membaca ayat-ayat, jampi-jampi atau mentera-mentera tertentu. Kemudian diamalkannya ayat-ayat itu lalu datanglah Jin-Jin sebagai Khadamnya untuk memberi pertolongan.
  3. Melalui bacaan :- Wirid, ayat-ayat, jampi-serapah atau doa-doa tertentu yang diamalkannya.
  4. Melalui amalan-amalan dari seni mempertahakan diri iaitu Pencak Silat ataupun Kuda Kepang yang dipelajari atau ditunututnya.
  5. Melalui pertapaan - tidak kiralah di dalam hutan, gunung-ganang, gua, perigi buta, kubur dan sebagainya sehingga dikunjungi Jin-Jin yang berhasrat bagi menghasilkan hajatnya.
  6. Meniru atau belajar tanpa berguru – samada dari Tok Guru atau Ahli Sihir lalu atau melihat cara orang lain membuat perubatan lalu mencubanya.
  7. Melalui Berguru yang memelihara Jin-Jin, lalu diajarkan dan diamalkannya melalui kitab-kitab tertentu atau secara bersendirian.
Saya berharap para pembaca dapat menilai sendiri cara ilmu sihir ini diperoleh atau dipusakai. Kembalilah kepada ilmu tauhid yang suci dan bergantung harap hanya kepada Allah semata-mata.

Sekian, jumpa lagi..

Sunday, December 11, 2011

Amalan Sihir dalam Masyarakat Melayu


Santau Katak Puru

Umumnya mengetahui bahawa masyarakat Melayu masih ada lagi terlibat dengan ilmu sihir.  Ini termasuklah untuk kegunaan diri sendiri seperti ilmu pemanis diri, pengasih, penggerun, menjaga diri & harta benda dan sebagainya. Ada juga yang mendatangi pengamal sihir  untuk memusnahkan orang lain dengan ‘cara halus’ akibat persaingan dalam perniagaan, dengki pada seseorang, membalas dendam dan sebagainya. Mereka mungkin mengenakan 'santau' untuk membuatkan mangsa menderita. Aduhai..tergamaknya mereka!!


Terkeliru dan jahil
Kebanyakkan yang mendatangi pengamal ilmu sihir ini mendakwa bahawa pengamal sihir tersebut menggunakan ayat-ayat al-Quran untuk mengubati penyakitnya. Apa yang tidak diketahui oleh orang awam khususnya yang kurang ilmu ialah pengamal sihir tersebut sebenarnya mencampuradukkan ayat-ayat al-Quran. Walaupun pada zahirnya dia menggunakan ayat-ayat al-Quran  tetapi dalam penggunaannya terdapat kesalahan-kesalahan yang disengajakan tanpa disedari oleh orang awam.
Masyarakat Melayu khususnya tidak begitu terdedah kepada perihal hukum-hakam sihir. Rata-rata mengambil mudah permasalahan ini dengan menganggap  bahawa menemui ahli sihir tidak ubah seperti menemui seorang doktor atau tabib dengan tujuan hendak berikhtiar mencari kesembuhan. Mereka berkata bahawa berikhtiar tidak dilarang di dalam Islam. Jikalau Allah SWT mengizinkan ianya berhasil, maka berhasillah ikhtiar mereka.
Faktor-faktor mendatangi pengamal  sihir
Walaupun dengan berjumpa ahli sihir hajatnya tidak termakbul, tetapi masih ramai yang menggunakan khidmat pengamal ilmu sihir ini. Antara amalan sihir yang paling popular dilakukan oleh masyarakat Melayu  ialah santau dan pelalau. Secara umumnya faktor-faktor  perkara ini terjadi adalah seperti berikut:
1.      Kurangnya ilmu dan penjelasan yang diterima oleh masyarakat Melayu khususnya mengenai keburukan dan kerosakan akibat penggunaan ilmu sihir. Masih ramai yang belum mengetahui dengan jelas bahawa ilmu sihir itu adalah haram dan boleh menjejaskan akidah.

2.      Masyarakat Melayu masih belum dapat membezakan yang mana satu ilmu sihir dan yang mana satu bukan ilmu sihir. Pada pandangan mereka kesemuanya adalah perubatan biasa dan tidak ada kena mengena dengan amalan sihir.

3.      Mungkin ada yang mengetahui ilmu sihir itu salah tetapi masih tetap mendatangi pengamal sihir untuk menunaikan hajat yang baik sahaja seperti mengubati penyakit yang dideritainya. Sebenarnya tindakan itu akan lebih memantapkan lagi ilmu pengamal sihir tersebut.

4.      Kebiasaannya orang yang mendatangi pengamal sihir ini ialah orang yang sudah berputus asa dengan pelbagai usaha yang dilakukan sebelum ini dan menganggap tiada jalan lain lagi untuk menyelesaikan masalahnya. Semuanya ini berpunca dari lemahnya iman dan akidah yang tidak mantap sehingga tidak dapat membezakan antara syirik dan dosa besar.

Anda bagaimana? Saya berharap kita semua tidak terlibat dengan kerja-kerja sihir yang jijik ini..

Saturday, December 10, 2011

Hukum Belajar dan Mengajar Sihir

Bomoh dan pawang sering dikaitkan dengan ilmu sihir

Sihir merupakan ilmu hitam (black magic) yang mempunyai kekuatan ghaib yang pada natijahnya menjurus ke arah kejahatan dan kesesatan. Ilmu sihir biasanya melibatkan penggunaan jin dan syaitan untuk mengoptimumkan keberkesanannya. Apabila ditakrifkan sebagai ilmu, sudah tentu sihir mempunyai kaedah pengajaran dan pembelajaran tersendiri. Sudah namanya jahat, maka al Quran menyebutnya dengan jelas akan kemudaratannya. Firman Allah SWT dalam surah al Baqarah ayat 102 bermaksud:
“...dan mereka mempelajari (ilmu sihir itu) barang yang mendatangkan kemudaratan dan tidak memberi guna (manfaat) kepada mereka...”


Lantaran itu jelaslah  bahawa sihir itu adalah perbuatan yang dilarang. Malah disebutkan dalam hadis sahih bahawa sihir berada pada kedudukan kedua selepas syirik. Hadis tersebut juga menjelaskan perbuatan sihir lebih dahulu daripada membunuh. Hal ini menggambarkan seolah-olah membunuh manusia tidaklah seteruk perbuatan sihir. Oleh itu, hukum sihir adalah HARAM berdasarkan kepada keterangan-keterangan tersebut dan dalil-dalil dalam al Quran.

Menurut beberapa kajian yang dijalankan sama ada di dalam atau di luar negara, keseluruhannya menemui wujudnya kaedah pembelajaran sihir dengan terlebih dahulu dikenakan syarat yang amat ketara merosakkan akidah. Contohnyan seperti berikut;

1.      Menggunakan al-Quran kecil yang sengaja diletakkan di tumit kasut untuk dipakai selama tujuh hari.
2.      Menulis ayat-ayat tertentu daripada al-Quran dengan darah haid untuk dijadikan tangkal azimat.
3.      Membawa al-Quran ke dalam tandas dan membacanya ketika membuang air besar atau kecil.
4.      Memijak al-Quran dengan menjunjung azimat yang diperbuat daripada rajah-rajah dan angka-angka tertentu.
5.      Berzikir dengan perkataan-perkataan yang tidak diketahui bahasanya dan tidak diketahui maknanya (berkemungkinan memuja nama-nama syaitan).
6.      Menyembelih kambing atau ayam dengan menyebut perkataan-perkataan tertentu dan dilarang menyebut nama Allah.
7.      Membunuh orang Islam untuk diambil darahnya dan dipuja bagi tujuan menjamu makhluk halus.

Setelah dipenuhi beberapa syarat seperti yang telah disebutkan di atas tadi, maka barulah diajarkan jampi mentera yang tidak diketahui maksudnya.

Pendapat Ulama
1.      Al Imam Nawawi menyebut pekerjaan sihir ialah pekerjaan merosakkan akidah secara menyeluruh
2.      Ibnu Qudhamah di dalam Al-Mughni mengatakan dengan mempelajari, mengajar dan mengamalkan sihir adalah haram
3.      Syeikh Atiyah Saqar pula menjelaskan bahawa sihir banyak dipelajari oleh orang awam dengan tujuan menyakiti dan memudaratkan orang lain, bukan bertujuan untuk kebaikan dan mengambil manfaat.

Kesimpulan
Menurut kaedah ilmu fekah, menyatakan barang yang telah dihukumkan haram padanya maka diharamkan mengambil faedah daripadanya. Maka, jelaslah di sini ilmu sihir itu diharamkan. Oleh itu, mengambil faedah daripada ilmu sihir itu dengan belajar, mengajar dan mempelajarinya adalah diharamkan juga. Jika pengamal itu muslim, rosaklah akidahnya. Apabila rosak akidah, lebih-lebih lagi yang disengajakan, maka samalah dengan murtad. Oleh itu, ilmu sihir ialah ilmu yang paling hampir menjerumuskan manusia kepada syirik.
Jauhi sihir..jangan ambil jalan mudah..

Friday, December 9, 2011

Sihir Menurut islam

 
Syaitan mengajar sihir

Pengenalan
Sihir merupakan ilmu yang telah lama wujud dan berakar umbi dalam kehidupan manusia. Sihir juga dikenali sebagai ilmu hitam. Asal usul sihir adalah daripada amalan syaitan. Syaitanlah yang mempelopori ilmu tersebut dan diajarkan kepada manusia semata-mata atas nama kejahatan kerana syaitan itu adalah musuh utama manusia. Mana mungkin musuh akan mengajar atau memberi kebaikan kepada musuhnya.



Sejarah Sihir
Ilmu sihir dikatakan telah muncul sejak zaman Nabi Idris a.s dan dikatakan telah berkembang dalam kalangan Bani Israel di Babylon (Iraq) dalam tahun 586 sebelum masihi, yang dikaitkan dengan kisah Harut dan Marut yang mengajar ilmu sihir itu kepada manusia. Pada zaman Nabi Musa a.s, ilmu sihir menjadi ilmu yang amat digemari oleh masyarakat manusia pada ketika itu. Ramai ahli atau tukang sihir yang mempraktikkan ilmu sihir dengan bebas dan digeruni oleh masyarakat. Apabila Nabi Musa berdakwah kepada Firaun dan Bani Israil umumnya dan mengajak mereka kepda agama Tauhid,  Allah SWT membekalkan kepada Nabi Musa a.s mukjizat tongkat yang bolem bertukar menjadi ular dan tangannya boleh mengeluarkan cahaya. Firaun dan Bani Israil menolak kejadian tersebut sebagai mukjizat, malah mereka mengatakan bahawa itu adalah perbuatan sihir. Firaun dengan mudah mengumpulkan ramai tukang sihir yang masing-masing berkeupayaan melakukan kerja sihir. Akan tetapi dengan pertolongan Allah, Nabi Musa a.s dengan mudah dapat mengalahkan semua ahli sihir tersebut sehingga mereka mengakui Nabi Musa a.s sebagai nabi dan beriman dengannya.

Bahana sihir
Dewasa ini, sihir ada dimana-mana, baik masyarakat maju mahupun masyarakat mundur. Kemudaratan akhibat ilmu sihir amat ketara dan boleh berlaku ke atas orang biasa di peringkat bawahan dalam ‘hirarki’ masyarat manusia, malah boleh berlaku sehingga ke peringkat paling atas dan ke atas sesiapa sahaja yang ditujukan oleh pengamal-pengamal sihir tersebut. Sihir boleh mengakibatkan mangsanya  jatuh sakit dengan tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, bermusuh-musuhan, bercerai-berai, gila, rungsing yang kronik, malah sehingga membawa maut. Nauzubillah...
Sedangkan Nabi kita sendiri, Muhammad s.a.w pun pernah terkena sihir pada zamannya seperti yang sabit dalam  sebuah hadis sahih, menunjukkan seriusnya fenomena sihir itu. Selama ini tiada peruntukan dalam mana-mana enakmen atau undang-undang di Malaysia yang boleh diambil tindakan undang-undang ke atas orang yang melakukan sihir jika disabitkan. Jalan yang selamat ialah dengan beramal soleh dan membentengi diri dan keluarga daripada kejahatan sihir. Belajarlah ilmu menangkis kejahatan sihir atau apabila terkena sihir, berubatlah atau carilah penawar daripada pengamal perubatan Islam..

Hakikat sihir menurut ulama
Ulama-ulama Islam  seperti Fakharuddin Ar-Razi, Al-Farabi, Al-Kindi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Rusd, dan Ibnu Kathir telah memberi pandangan dan fatwa tersendiri mengenai ilmu sihir ini.  Para ulama ini secara keseluruhan memberi pengertian yang tidak jauh berbeza antara satu sama lain. Kesimpulan daripada pandangan mereka, menyatakan  bahawa sihir itu ialah ilmu yang dipelajari daripada guru yang mahir dalam ilmu sihir itu menerusi amalan kebatinan yang berlawanan dengan akidah Islam. Perbuatan tersebut merosakkan akidah seseorang dengan menggunakan jampi mentera yang diajar oleh makhluk halus untuk menghasilkan suatu perkara jahat.
Sihir boleh dikenali  melalui elemen-elemen seperti berikut:
1.      Sihir adalah ilmu. Ilmu yang semata-mata keduniaan dan langsung tidak memberi kebaikan di akhirat.
2.      Ilmu sihir diperkenalkan dan diajar oleh syaitan kepada manusia.
3.      Mengundang kemudaratan sama ada ke atas yang melakukannya atau kepada mangsanya.
4.      Kemudaratan yang paling hebat dan dilaknat adalah kekufuran dan kesyirikan kepada Allah SWT.
5.      Sihir boleh menghasilkan tujuan jahat seperti menyakiti jasmani dan rohani manusia.
6.      Merelakan diri insan menjadi hamba kepada syaitan dengan mematuhi apa sahaja suruhannya kerana mengharapkan balasan daripada syaitan itu yang menghasilkan kepadanya ilmu sihir.
7.      Dengan mengamalkan amalan dan latihan kebatinan tertentu terhadap objek-objek seperti keris lama, besi kuning dan buluh kunig tumpat bagi menghasilkan hal-hal yang mencarik adat menerusi pemujaan yang melampaui kebiasaan.
8.      Menggunakan peralatan-peralatan sihir yang pada kebiasaannya menggunakan tengkorak manusia, tangkal-tangkal yang pelbagai, kain berbagai-bagai warna, mengasap kemenyan pada malam-malam tertentu dan melakukan perkara-perkara yang bertentangan dengan syaral.
Sekian untuk perkongsian info kali ini. Nasihat saya, elakkan dari terjebak dengan ilmu sihir..
Sumber rujukan: Rawatan Penyakit Akibat Sihir, Siri 5, oleh Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din